Pembahasan pembahsan seputar ilmu falak hisab
A. Ghofur November 19, 2024 13 Menit Dilihat
A. Ghofur November 19, 2024 13 Menit Dilihat
Segala puji hanya milik Allah tuhan semesta alam yang maha suci dan maha agung yang telah memberikan kita bermacam-macam ni'mat di antara ni'mat yang paling agung yang allah berikan kepada kita adalah ni'mat iman dan islam.
Sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada junjungan alam yakni nabi besar Muhammad SAW dan kepada keluarganya dan para sohabatnya serta seluruh umatnya.
Semoga Allah mengizinkan saya untuk menulis artikel ini sampai selesai, amien ya robbal aalamin.
Falak menurut lugoh di artikan sebagai orbit, peredaran benda-benda langit dan alam semesta. jadi atuh ilmu falak adalah suatu disiplin ilmu yang berfokus mempelajari peredaran benda-benda langit bahkan jika luaskan lagi ilmu falak adalah ilmu yang mempelajari peredaran alam semesta termasuk bumi.
Sedangkan Hisab, lafadz hisab dimaknai "hitung", artinya ilmu hisab adalah ilmu perhitungan, jadi atuh ilmu falak bisa di sebut juga sebagai ilmu hisab, yang membutuhkan hisab itu tidak hanya ilmu falak saja tetapi juga ilmu faroid pun, membutuhkan hisab.
Ilmu falak juga bisa disebut sebagai ilmu Miqot/Batasan karna didalam ilmu falak ada batasan-batasanya, baik batasan tempat atau batasan waktu, dan juga ilmu falak ini bisa disebut sebagai ilmu rosd/pengamatan, karna jelas sekali jika kita tidak mengamati/mentelitinya nantinya akan acak-acakan atau ga karu-karuan.
dan di-antara empat istilah diatas yang paling masyhur dimasyarakat adalah falak dan hisab.
kalau dalam ilmu mantiq nisbatnya antara ilmu falak dan ilmu hisab adalah nisbat 'Ummum Khusus Mutlaq', pokna 'kullun walaisa kullun' artinya, setiap-tiap ilmu falak sudah pasti ilmu hisab tapi tidak sebaliknya yakni, tidak setiap-tiap ilmu hisab itu ilmu falak, ada ilmu hisab selain falak, yakni ilmu paroid, begitu pula nisbatnya ilmu paroid kana ilmu hisab, sarua.
Sebelum kita membahas lebih lanjut, kita harus mengetahui terlebih dahulu apa hukumnya mengkaji ilmu falak/hisab ?.
Menganut keterangan dari kitab لآلى الطل
وحكمه الوجوب العيني على من انفرد والكفائي على من تعدد
Hukum mengkaji ilmu falak adalah fardhu aen bagi seseorang yang hidup sendirian (jomblo) di satu kampung dan bisa jadi fardhu kifayah bagi seseorang yang hidup bebarengan disatu daerah.
maksudnya, jika seseorang hidup sesendirian disatu daerah maka hukum mengkaji ilmu falak baginya adalah fardu aen, dan jika seseorang tidak hidup sesendirian disatu daerah maka hukum mengkaji ilmu falak baginya adalah fardhu kifayah, perlu dicatat patokan pardu kifayah adalah jarak saqosor (jarak tempuh yang diperbolehkan didalamnya meringkes sholat) kurang lebih jarakanya dari cianjur ke jakarta. jadi atuh, jika disatu daerah tidak ada yang mengkaji ilmu falak maka doraka semua orang yang ada di daerah tersebut, tapi jika ada salahsatu seseorang yang mengkajinya maka gugur kewajiban mengkaji ilmu falak kepada orang yg lainnya, yang artinya dengan sabab satu orang mengkaji ilmu falak di satu kampung maka dia sudah menggugurkan kewajiban orang yg tidak mengkaji ilmu falak.
dan diantaranya lagi wajibnya mengakji ilmu falak menganut keterangan dari kitab Fathul Minan:
ان الجهل بالأوقات سبب للجهل بأمر الصلاة والصوم فقد يضعهما فى غير محلها فيصلي فى غير الوقت ويصوم وقت الإفطار ويفطر وقت الصوم
Bahwasanya ketidaktahuannya akan waktu-waktu, itu bisa menjadikannya sabab ketidaktahuannya akan perkara sholat dan puasa lalu menempatkan sholat dan puasa dilain tempat kekuduannya, lalu sholat diluar waktunya dan puasa diwaktu buka dan buka puasa di waktu puasa.
Maksudnya, jika seseorang tidak tahu kapan masuknya waktu sholat dan kapan masuknya waktu puasa itu bisa menjadi sebab akan keruksakan ibadah sholat dan puasanya, karna bisa jadi orang tersebut sholat di luar waktunya, belum masuk waktu ashar tapi sudah sholat ashar, belum masuk waktu puasa tapi sudah puasa atau sebaliknya.
dan didalam kitab Al-Bugyah dijelaskan:
ويجب تعلم علم الفلك بل تتحتم معرفته لما يترتب عليه من معرفة القبلة و ما يتعلق بالأهلة كالصوم سيما في هذا الزمان لجهل الحكام وتساهلهم وتهورهم فإنهم يقبلون شهادة من لا يقبل بحال
Diwajibkan Mengkaji ilmu falak bahkan mengetahui atau memahami ilmu falak itu sangat diharuskan, karna dengan dengam memahaminya kita akan ilmu falak kita bisa mengetahui dimana arah kiblat dan juga kita bisa mengetahui sesuatu yang berhubungan dengan bulan seperti puasa, apalagi mempelajari ilmu falak di akhir zaman seperti ini yang mana banyak sekali ahli ahli hukum yang tidak mengerti akan ilmu falak, menyepelekan ilmu falak, ceroboh dalam menentukan, sehingga mereka menerima akan kesaksian seseorang yang seharusnya tidak diterima.
Jadi atuh sakumaha cek qoedah ahli ushul:
الأمر بالشيء أمر بوسائله
Lafadz 'al-Amr' disitu maedahkn kana umum, bisa perintah agar dilaksanakan atau perintah agar tidak dilakasanakan (larangan) jadi atuh perintah kepada sesuatu, itu menjadikan sebab perintah juga kepada sesuatu yang bersangkutan dengan sesuatu tersebut. gambarannya seperti sholat dan puasa, sholat dan puasa itu hukumnya wajib maka sesuatu yang bersangkutan dengan sholat dan puasa hukumnya wajib, sesuatu yang bersangkutan dengan sholat adalah sholat didalam waktunya, jadi menentukan/mengetahui waktunya juga adalah wajib. salahsatu yang bersangkutan dengan puasa adalah menentukan imkan rukyah pada awal bulan, baik menggunakan metode hisab atau rukyah.
Ilmu Hisab terbagi menjadi dua bagian yakni hisab qhot'i dan hisab istilahi / hisab urfi, hisab qhot'i terbagi menjadi dua bagian yakni hisab qhot'i taqribi dan hisab qhot'i tahqieqie.
Kalau hisab istilahi tidak bisa dijadikan patokan puasa, lebaran iedul fitri, iedul adha, DLL, tetapi bisa dijadikan patokan haul.
kalau hisab qhot'i taqribi ada per'ikhtilafan ulama, tetapi ada qoul ulama yang memperbolehkan menentukan awal bulan menggunakan perhitungan hisab qhot'i taqribi.
Seperti Kitab Sullamu Nayyirain termasuk katagori hisab qhot'i taqribi. Kami tidak menjelaskan perhitungan hisab itilahi karna menurut kami hisab istilahi kurang cocok jika terlalu babarkan, tapi jika kalian ingin mencocokannya dengan hitungan kalian, kalian bisa mencocokannya diperhitungan hisab istilahi tahun masehi dan hisab istilahi tahun hijri
Pembahasan masalah di atas itu hanya baru sedikit dari permasalahan-masalahan ilmu falak, saya hanya menyampaikan sedikit saja dan mudah-mudahan kalian bisa memahaminya. yang jelas artikel ini hanya menyampaikan secara singkat dan diperuntukan kepad teman-teman saya semuanya yang ingin belajar dasar-dasar dari ilmu falak, karna saya pun masih belajar dan akan terus belajar.
Bagi kalian yang ingin mengetahui program falak yang ada di Web ini kalian bisa lihat di Menu
Dan kami harap barangsiapa yang melihat adanya kesalahan dan yaqien itu salah tolong diperbaiki, dan mohon dimaafkan karna manusia tak luput dari kesalahan dan kelalaian.