Penjelasan Taqwiemun Nayyirain Risalah Uula Bab 1

A. Ghofur Oktober 23, 2024 11 Menit Dilihat

Daftar Isi


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين وبه نستعين وعلى أمور الدنيا والدين والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين وعلى آله وصحبه اجمعين أما بعد


Taqwiem Bab 1

Ilmu falak bisa disebut juga ilmu hisab ilmu miqot ilmu rosd atau ilmu astronomi dimana di dalamnya kita bisa mengetahui kedudukan benda langit seperti bulan matahari Dll. di zaman sekarang yang semakin modern semua bisa di bantu dengan alat yang canggih, sala satunya menghitung benda langit dengan alat canggih, ada yang berbasis kalkulator ada yang berbasis excel ada yang berbasis pemograman excel dengan VBA ada juga yang memakai program coding baik kotlin atau java untuk sebuh aplikasi dan ada yang berbasis web memakai bahasa javascript dll.

Tapi kali ini kita membahas tatacara perhitungan falak khususnya menghitung akhir bulan hijriyah, dengan berbasis calculator, mari kita masuk ke pembahasan. Tapi sebelum masuk ke pembahasan, untuk masalah kalkulator bisa memakai kalkulator biasa yang ada di hp masing-masing atau dan ini rekomendasi untuk sahabatku untuk download apk casio fx 603 p Sebeb dengan memakai casio fx 603 p kita bisa mengtahui bentuk derajatnya dengan memencet tombol shif """ (darjah) sebenarnya banyak fungsi-fungsi kalkulator fx 603 p cuma tidak saya bahas disini karna disini hanya untuk dasarnya saja. Loh kan taqwiem sulamun nayren ada 2 ko disini di bahas cuma satu? Didalam kitab sulamun nayren karya syekh mansyur al-batawi rohimahullah beliau adalah orang indonesia suku betawi orang jakarta, makanya nanti di depan ada pemabahasan yang namanya (alamah muadalah jakarta) insya allah.

Jadi Risalah taqwiemun-nayirein ini berbasis hurup arab yang di koversikan menjadi angka atau yang sering disebut hurup (abajadun/abjad) sebabnya di konversi jadi angka karna untuk lebih mudah di pahami

Baca Juga :

Pengertian Hisab Qot'i dan Hisab Istilahi

Sebenernya perhitungan risalah uula dan risalah staniah tidak jauh berbeda hasilnya bahkan bisa sama, yang membedakan adalah perhitungan risalah uula menghasilkan angka dalam bentuk decimal seperti (0.017) adapun risalah staniyah menghasilkan angka dalam bentuk derajat seperti (0°1') yah walaupun memang berbeda dalam perhitungnnya dan patokannya pun berbeda
0.017 = 0°1'
0°1' = 0.017
Atau kalau dalam kalkulator
1 ÷ 60 = 0.017

dibagi 60 karna 1 menit adalah 60 detik Lalu bagaimana cara menjadikan jam menit dan detik dalam bentuk decimal..?
Caranya: Jam + menit ÷ 60 + detik ÷ 3600
Seperti kita ingin mengetahui 1 jam 49 menit 38 detik maka hitungannya
1 + 49 ÷ 60 + 38 ÷ 3600 = 1.8272222222
1.8272 = 1 Jam 49 Menit 38 Detik

Kenapa detik di bagi 3600 bukan 60? Karna detik ini di koversi dari jam bukan menit Karna jika detik dibagi 60 maka hasilnya akan menjadi menit bukan detik.
Yang artinya 1 [jam] = 3600 [dtk]

Sebelum menghitung alangkah lebih baiknya sediakan kopinya terlebih dahulu hehehe.

Menghitung Akhir Bulan

Untuk menghitung akhir bulan hijriyah kita harus menentukan terlebih dahulu tahun dan bulannya Adapun tahunnya terbagi dua bagian:
1. Tahun kumpulan (sinin majmua'ah)
2. Tahun satuan (sinin mabsutoh)
dan bulan, cara menghitung bulannya dengan menghitung dari sebelum bulan yang dimaksud.
Contoh.!
Kita ingin mengetahui tahun 1445 bulan romadhon/bulan ke 9 dan tahun 1456 syawal/bulan ke 10 maka rumusnya sebagai berikut.

Romadhon 1445
Sinin majmu'ah: 1440
Sinin Mabsutoh: 5
Bulan : Sya'ban (8)

Syawal 1456
Sinin Majmu'ah: 1450
Sinin Mabsutoh: 6
Bulan : Romadhon (9)

Tanbeh

Khusus bulan muharom tahun mabsutohnya di kurangi satu, seperti bulan muharom 1445 Maka rumusnya:
Muharom 1445
Sinin majmu'ah: 1440
Sinin mabsutoh: 4
Bulan : Dzul-Hijjah (12)

Jika sudah memahami yang di atas, sekarang kita lanjut ke pembahasan jadwal harokat.
Nah, jadwal harokat ini terbagi menjadi 5 bagian:
1. Alamah 2. Hissoh 3. Wasath
4. Khosoh 5. Markaz
Adapun jadwal harokatnya sebagai berikut:

Jadwal Sinin Majmuah

Tahun Alamah Hissoh Wasath Khosoh Markaz
1410 161.900 179.550 162.000 322.217 59.833
1420 33.983 278.050 54.800 180.217 312.500
1430 74.067 358.550 307.600 38.217 205.167
1440 114.150 79.050 200.400 256.217 97.833

Jadwal Sinin Mabsutoh

Tahun Alamah Hissoh Wasath Khosoh Markaz
1 104.800 8.050 349.267 309.800 349.267
2 41.617 16.100 338.567 259.600 338.533
3 146.417 24.150 327.833 209.400 327.800
4 83.233 32.200 317.117 159.200 317.067
5 20.033 40.250 306.400 109.000 306.333
6 124.850 48.300 295.683 58.800 295.600
7 61.650 56.350 284.967 8.600 284.867
8 166.467 64.400 274.233 318.400 274.133
9 103.267 72.450 263.517 268.200 263.400
10 40.038 80.500 252.800 218.000 252.667

Jadwal Bulan Hijriyah

Bulan Alamah Hissoh Wasath Khosoh Markaz
1 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00
2 36.733 30.667 29.100 25.817 29.100
3 73.467 61.333 58.217 51.633 58.217
4 110.200 92.017 87.317 77.433 87.317
5 146.933 122.683 116.433 103.267 116.433
6 15.667 153.350 145.533 129.083 145.533
7 52.40 184.017 174.633 154.900 174.633
8 89.133 214.700 203.750 180.717 203.750
9 125.867 245.367 232.850 206.533 232.850
10 162.600 276.050 261.950 232.350 261.950
11 31.333 306.717 291.067 258.167 291.067
12 68.067 337.383 320.167 283.983 320.167

Tanbeh

Untuk jadwal sinin mabsutoh dan jadwal bulan hijriah akan daor (berputar terus menerus) artinya tidak perlu ada yang di ubah atau di tambahkan. Berbeda dengan jadwal sinin majmu'ah yang mana jadwal sinin majmuah membutuhkan perubahan atau pertambahan angka untuk mengetahui jadwal tahun berikutnya.
Seperti jadwal sinin majmuah di atas itu hanya sampai tahun 1440
Lalu bagaimana cara mengetahui jumlah tahun 1450 1460 dan seterusnya?
Caranya sebagai berikut:
Di jadwal sinin majmuah ada yang namanya harokat alamah khosoh DLL,
Untuk mengetahui jumlah alamah sinin majmuah tahun 1450 adalah dengan menambahkan (40.083)
Tapi jangan lebih dari 168 jika kejadian lebih maka di kurangi 168.
Seperti di atas, alamah sinin majmuah tahun 1440 adalah 114.150 + 40.083 maka hasilnya adalah alamah sinin majmuah tahun 1450
Contoh.!
[1440] 114.150 + 40.083 = 154.233
[1450] 154.233 + 40.083 = 194.316 - 168 = 26.317
[1460] 26.317
Dan begitupun seterusnya....
Adapun jumlah hissohnya ditambah 80.500
wasatnya ditambah 252.800
khosohnya ditambah 218.000
markaznya ditambah 252.667
Hissoh = +80.500
Wasat = +252.800
Khosoh = +218.000
Markaz = +252.667
Dengan catatan tidak boleh lebih dari 360 jika kejadian lebih maka di kurangi 360
Untuk caranya sama seperti menghitung alamah.

Sebelum masuk kepembahasan berikutnya alangkah lebih baiknya seruput kopinya terlebih dahulu hehehe.

Menghitung Bulan Romadhon 1446

Nah, jika sudah mengetahui jumlah harokat sekarang kita mencocokan jumlah harokat lalu di jumlahkan, hasil penjumlahan alamah tidak boleh lebih dari 168 jika lebih dikurangi 168 sedangkan hasil penjumlahan hissoh wasat khosoh dan markaz tidak boleh lebih dari 360 jika kejadian lebih maka di kurangi 360

Seperti kita ingin menghitung awal bulan romadhon tahun 1446

Data Alamah Hissoh Wasath Khosoh Markaz
1440 114.150 79.050 200.400 256.217 97.833
6 124.850 48.300 295.683 58.800 295.6
8 89.133 214.700 203.750 180.717 203.750
Hasil = 160.133 342.050 339.833 135.734 237.183



Lalu ada pertanyaan kenapasih alamah tidak boleh lebih dari 168
begitupun dengan hisoh dll tidak boleh lebih dari 360..???
Jawabannya karna alamah adalah jumlah jam dalam 1 minggu
1 hari = 24 jam
7 hari = 168 jam
Sedangkan 360 adalah bentuk derajat.

Sebelum masuk ketahap selanjutnya saya ingin memberitahu bahwa hasil penjumlahan di atas membutuhkan pengoreksian atau penta'dilan.
Nanti di depan ada yang namanya ta'dil alamah ta'dil markaz DLL. Nah hasil dari penta'dilan tersebut kita akan mengetahu irtipa hilal. Sebagaimana yang akan di bahas di depan.

Lanjut di Bab 2.