Penjelasan Taqwiemun Nayyirain Risalah Uula Bab 4
A. Ghofur Oktober 23, 2024 11 Menit Dilihat
A. Ghofur Oktober 23, 2024 11 Menit Dilihat
Dari perhitungan di Bab 1 2 & 3
kita sudah mengetahui bahwa romadhon 1446 ijtimanya jatuh pada hari jum'at, dengan data sebagai berikut.
Ta'dil Khosoh: 1.317
Ta'dil Markaz: 0.283
Bu'du Goer Muadal: 1.600
Hasil Dorob: 0.133
Ta'dil Wasat: 0.416
Muqowam Syamsi: 339.417
Yaqoul Ijtima: Al Hut / Maret
Hai'atul Hilal: Al Janub / Selatan
Ta'dil Ayyam: 0.017
Bu'du muaddal: 1.583
Thul Syamsi: 337.834
Hissoh Sa'ah: 1.867
Ta'dil Alamah: 2.955
Alamah Muaddalah Jakarta (AMJ): 157.178
Busur Tempat Masing-Masing (BT): 106.633
Selisih Dengan Jakarta: 0.012
Alamah Muaddalah Bibaladik (AML): 158.165
Yaqoul Ijtima (HI): 6 / Jum'at
Saah ijtima gurubiah atau minal gurub ilal ijtima. Maksudnya saah ijtima gurubiah adalah selisih waktu/jam dari waktu magrib sampai waktu terjadinya ijtima. Jadi bisa disimpulkan bahwa sa'ah ijtima gurubiah itu adalah sa'ah gurubiah (Jam Magrib) Jam gurubiah ink dihitung dari magrib bukan dan dari jam 12 malam, yang dihitung dari jam 12 malam adalah sa'ah zawaliyah. Sa'ah Gurubiah 00.18 WIB Sa'ah Zawaliah 00.00 WIB Cara Perhitungannya: AML dikurangi HI dikalikan 24 AML: 158.165 HI: 6 Kalkulator: 158.165 - 6 × 24 = 14.165 Casio Fx: 158.165 - (6×24) = 14.165 Sa'ah Ijtima Gurubiah (SIG) : 14.165
Sebagaimana yang sudah dijelaskan diatas bahwa sa'ah ijtima zawaliah itu dimulai dari Nispul Lael, Ambil Kasarnya Jam 12 Malam.
Cara perhitungnya: SIG ditambah 6 jika hasilnya lebih dari 12 maka dikurangi 12 jika lebìh dari 24 maka dikurangi 24
SIG: 14.165 + 6 = 20.165 - 12 = 8.165
Sebabnya dikurangi 12 karna 20.165 itu lebih dari 12 jadi harus dikurangi 12
Saah Ijtima Zawaliyah (SIZ) : 8.165
Kalau tadi Sa'ah Gurubiah dari gurub sampai ijtima, kalau yang ini kebalikannya yaitu dari ijtima sampai gurub. Jadi berapasih selih waktu dari ijtima sampai magrib?..
Cara perhitungannya: 24 - SIG
24 - 14.165 = 9.835
Minal Ijtima Ilal Gurub (MIG) : 9.835
Irtipa hilal atau tinggi hilal.
Di atas kita sudah punya gambaran bahwa romadhon 1445 jatuh pada hari sabtu atau minggu.
Nah, dengan menghitung irtipa hilal kita akan mengetahui yang benar, antara sabtu dan minggu.
Jadi jika irtipa hilal lebih dari 2° berarti imkan rukyat jika kurang maka goer imkan, kalau imkan rukyat maka 1 hari setelah ijtima yakni hari sabtu itu sudah masuk pergantian bulan kalau goer imkan maka 2 hari setelah ijtima yakni hari minggu itu sudah masuk pergantian bulan. Karna 1 hari = 2° 30 hari = 60°
Cara perhitungnya: MIG dibagi 2
MIG: 9.835 ÷ 2 = 4.917
4.917 itu lebih dari 2° maka imkan rukyat, dan sudah bisa dipastikan bahwa awal romadhon 1446 jatuh pada hari sabtu
Irtipa Hilal : 4.917 (Imkan Rukyat) (Hari Sabtu)
Mas'alah penentuan irtipa hilal itu ada beberapa perbedaan pendapat ulama
perbedaan dalam pemilihan irtipa hilal bisa mempengaruhi terjadinya perbedaan imkan rukyat, jika irtipa hilal melebihi 7° maka tidak ada perbedaan hasilnya akan sama-sama imkan rukyat, tetapi jika kurang dari 7° seperti 4° maka akan ada perbedaan. terlepas dari perbedaan metode hisabnya itu sendiri
kami memakai patokan irtipa 2° menganut keterangan yang ada di Kitab Sulamunnayrein bahwasayanya untuk menentukan imkan rukyat cukup dengan 2° , tapi ada juga yang memakai patokan irtipa 3° sebagaimana yang di terapkan oleh Lembaga Falakiyah PBNU bahkan ada juga yang memakai patokan 6 - 7 derajat.
Muksul hilal ini adalah lamanya hilal diatas ufuk.
Apasih ufuk itu?. Ufuk adalah cakrawala atau kaki langit, atau kalau kita main ke pantai disitu terlihat kaki langit. Lebih jelasnya ufuk adalah garis pembatas antara kaki langit dengan bumi.
Lama hilal di atas ufuk bisa diketahui dengan hitungan
seperti berikut: IH dibagi 60 dikali 4 Menit
Rumus A: (4.917÷60)×4 = 0.328
Rumus B: 4.917×0.0667 = 0.328
Mukstul Hilal Pauqol Ufuk (MHPU) : 0.328
Ardl qomar ini adalah lintang astromis bulan yang dapat dilahat, atau jarak antara bulan dengan lingkaran ekliptika, dalam hitung hisab gerhana jika nilai ardl qomar sama dengan nilai ardl syamsi maka terjadilah gerhana matahari, tapi disini tidak membahas hal itu.
Untuk cara menghitungnya sebagai berikut:
Lihatlah hasil perhitungan harkat hissoh di bab 1
Yakni 342.050 lagi lagi jika desimalnya lebih dari 0.500 maka dijangkepkn ke atas kalau kurang di jangkepkan kebawah jadi hasrokat hissohnya (342)
Nah 342 ini dicocokan dengan jadwal kamyah ardl qomar dirisalah uula, hasilnya adalah 1.367
Kamyah Ardl Qomar (KAQ) : 1.367
Qous nuril hilal adalah besarnya cahaya diatas ufuk.
MHPU ditambah KAQ maka hasilnya qous nuril hilal
MHPU: 0.328
KAQ: 1.367
0.328 + 1.367 = 1.695
Qous Nuril Hilal: 1.695
| Nama | Al-Hasil |
|---|---|
| Jam Munculnya Hilal Dari Magrib | 14:09:55 |
| Jam Munculnya Hilal | 08:09:55 |
| Selisih Waktu Dari Ijtima Sampai Gurub | 09:50:05 |
| Ketinggian Hilal | 4°55'03" |
| Lama Hilal Diatas Ufuk | 00:19:41 |
| Kebesaran Cahaya Hilal | 01°41'42" |
| Condongnya Hilal | Miring Ke Selatan |
| Terjadinya Ijtima Dibulan | Maret |
| Awal Bulan Romadhon 1445 H | Jatuh Pada Hari Sabtu |
Selesai sudah pembahasan kita mngenai penjelasan taqwiemun nayyirain yang sangat singkat ini.
jika terjadi kesalahan dan kekeliruan baik dari segi penyampaian ataupun tulisan, saya mohon untuk dikoreksi dan saya siap menerima masukan dari teman-teman.
والله اعلم بالصواب